Langsung ke konten utama

Beginilah Nasib Orang Baik Di Negeri Ini


Lalu. Haruskah berhenti menjadi orang
baik. Karena orang baik itu hidupnya kerap tidak menyenangkan. Dia hanya indah dalam dan ketika telah menjadi sejarah. Sementara dalam kehidupannya selalu dihadapkan oleh berbagai macam cobaan dan tantangan.

Pak Irwandi Yusuf contohnya. Beliau pemimpin Aceh yg sangat baik. Saya dengan sangat yakin mengatakan bahwa pak Irwandi Yusuf adalah sosok pemimpin Aceh yg sangat baik. Beliau adalah pemimpin yg sangat cinta akan rakyatnya.

Telah kering pena menulis kebaikan pak Irwandi. Kalaupun kembali menghikayahkannya hanya mengulang tulisan yg sama. Yg telah jadi rahasia umum. Yg menjadi konsumsi dan materi tulisan para pendukungnya. Dan tetap menjadi momok yg tidak senang didengar para pembencinya.

Namun yg ingin dipastikan semua itu adalah kenyataan. Bukan rekayasa murahan. Contoh konkritnya pendirian rumah dhuafa sebelum beliau dilantik jadi Gubernur. Bahkan dari uang pribadinya. Itu bukan mengada2. Bisa dibuktikan langsung di lapangan. Bagaimana rumah berwarna orange itu berdiri dengan kesederhanaannya. Itu murni persembahan pak Irwandi. Yg dibantu oleh rekan2 pendukungnya.

Dalam hal kebijakan tentu saja yg selalu membekas dalam diri bangsa Aceh adalah JKA dan Santunan tetap untuk yatim setiap tahun semasa pemerintahannya yg dulu. Dan yg tak bisa dipandang sebelah mata bahkan sangat mulia adalah pendirian Badan Dayah dan pengadaan program guru PTQ.

Mudah memang untuk melahirkan sesuatu yg hanya tinggal melahirkan. Uang telah disediakan. Namun harus diakui hanya pak Irwandi yg punya pemikiran semulia itu. Belum terdengar sebelumnya istilah Badan Dayah. Tak ada pemberian tetap untuk anak yatim dari pemerintahan. Sungguh. Panyantunan anak yatim oleh pemerintah itu sangat mulia. Aceh yg baru keluar dari konflik. Betapa banyak anak yatim dan kaum miskin. Para janda dan kaum dhuafa. Program penyantunan akan mereka adalah sebuah kemuliaan yg sangat tepat.

Dan itu dilakukan oleh pak Irwandi. Pak Irwandi sangat peka dan perhatian akan hal yg menyangkut dengan kepentingan kaum korban konflik. Anak yatim paling dominannya.

Namun pak Irwandi harus menerima cobaan yg amat sangat. Sangat berat dan menyakitkan tantangan dan tuduhan yg harus pak Irwandi terimakan. Beliau benar2 dikorbankan. Beliau betul2 dizalimi dengan teramat sangat!

Sesungguhnya. Apa yg dituduhkan kepada pak Irwandi itu tak benar sama sekali. Pak Irwandi tidak pernah menzalimi hak rakyat. Pak Irwandi tak pernah menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan. Malah beliau sangat sayang kepada rakyat. Beliau ingin berikan yg terbaik kepada rakyat. Dan itu telah mulai beliau rintis dan lakukan.

Tapi entah setan mana yg sangat jahannam. Yg sangat biadab dan bajingan. Saya ulang lagi, entah setan mana yg sangat jahannam. Sangat biadab dan bajingan. Kembali saya ulang, entah setan mana yg sangat jahannam. Sangat biadab dan bajingan. Yg ingin memalukan dan mencelakakan pak Irwandi Yusuf!

Saya tak ragu sedikitpun untuk ucapkan kata2 itu. Dan sangat puas hati mengucapkannya. Dengan segala resiko dan konsekwensinya. Bahwa para setan jahannam bin bajingan yg sangat biadab telah mensetting untuk mencelakakan pak Irwandi Yusuf! (alam terawangan saya, yg terilham dari seorang ulama ahli hikmah sangat jelas menangkapnya!)

Irwandi adalah orang baik. Bahkan sangat baik untuk kapasitas seorang 'agent of mafia bin gila'. Namun beliau dizalimi. Irwandi begitu sangat ditindas nyaris sepanjang perjalanan medan karirnya. Terlebih pasca perdamaian. Sesama mantan combatan. Orang yg telah menerima banyak jasa darinya.

Sekarang Irwandi kembali harus mendekam di sel tahanan. Menghadapi permasalahan hukum yg sangat besar. Usai satu ditambah satu. Tidak habis2. Sebelum para kuntilanak bisa menjeratnya. Kasus yg telah ada keputusan incrankh pengadilan pun kembali diuapkan ke atas. Dan dijadikan batu sandungan untuk perjalanan karir mulia seorang Irwandi Yusuf!

Lalu. Haruskah berhenti menjadi orang baik. Tidak! Tidak akan pernah ada itu! Orang baik selalu ada dan hadir setiap zaman. Mengisi peradaban. Walau diliputi berbagai macam cobaan besar dan menyakitkan.

Tuhan dan sejarah nanti yg akan mencatat nilai besar kebaikan dan kemuliaannya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ADZAN tak perlu TERIAK TERIAK DAN tak perlu PAKAI PENGERAS SUARA

. Mengapa adzan harus dikumandangkan keras-keras? Pakai speaker pula. Apa tidak mengganggu yang lain yang bukan orang muslim? . Adalah teman saya, yang kebetulan non muslim, bertanya kepada saya, “Kenapa kalau adzan harus dibunyikan keras-keras dengan speaker pula?”. . Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicernanya, menjawab seperti ini . “Bro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisik”. . Teman saya membalas “Tapi kan di orang-orang sekitar tidak semuanya muslim?”. . Saya jawab lagi “Benar. Bro, kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding? . Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat YANG LAIN keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?” . Dia tersenyum namun membalas lagi “Tapi kan hari gini semua orang sudah tahu deng...

Hindarkan Diri Menikahi Enam Golongan Wanita Ini

Ilutrasi Imam Al-Ghazali didalam kitabnya Ihya' Ulumuddin (kitab Tassawuf yang terkenal) ada mengatakan ungkapan arab yang bermaksud: "Janganlah kamu menikahi 6 jenis perempuan iaitu: 1. AL-ANNANAH : Perempuan yang banyak mengeluh dan mengadu, selalu membalut kepalanya sebagai tanda sakit (menandakan dia rasa terbeban dengan tugasan hariannya, kerana malas atau memang sifat aslinya suka mengeluh walaupun disebabkan perkara kecil, perempuan tersebut juga berpura-pura sakit supaya suaminya tidak membebaninya dengan tugasan harian). Menikahi perempuan yang sengaja buat-buat sakit tidak ada faedah padanya. 2. AL-MANANAH : Perempuan yang memberikan sesuatu kepada suaminya (suka mengungkit-ngungkit). Sampai satu masa dia akan mengatakan, saya telah melakukan untuk kamu itu dan ini. 3. AL-HANANAH : Perempuan yang suka merindui dan mengingati bekas suami atau anak daripada bekas suami (perempuan seperti ini tidak akan menghargai suaminya walaupun suaminya berusaha memuaskan segala kem...